Pelan tapi pasti, aku mulai menerima kenyataan, dan mulai membiasakan diri di Ragunan yang ternyata pesantren ini...
Sampai pada suatu malam sakit perut, kalau dirumah enak, tinggal bangunin emak terus dianter dan ditemenin.
Lha ini di asrama, malem-malem, udara dingin seperti dilereng gunung, dan cuma aku yang bangun sendirian!
Aku sadar toilet ada diluar dan itu dibelakang juga bersebelahan dengan hutan...
Aku sadar toilet ada diluar dan itu dibelakang juga bersebelahan dengan hutan...
Kreeek.....
Setan! BUKAN, itu aku lagi buka pintu belakang pelan-pelan, clingak-cinguk, siapa tau ada sesuatu yang aneh, ga ada sih sebenernya, cuma suara hewan-hewan hutan gitu sama angin dingin yang berhembus dan buat daun-daun bergesek menimbulkan suara, yang buat suasana jadi makin horor...
Isu Ninja!
Saat itu sedang hangat-hangatnya isu ninja dan magis menyerang banyak asrama pesantren, dan asrama tempatku tak luput dari penyerangan!
Saat itu sudah larut malam, namun keadaan jadi gaduh dan membuat dua pengasuh kamar kami memblokade pintu utama dan belakang dengan meja-meja, lemari dan kursi, sementara itu kami sekamar diungsikan ke kamar lain yang tak kalah horor!
Kamar cewek...
Kamar cewek...
Maklum, karena masih TK, kami jadi satu dengan asrama cewek dan itu pertama kalinya aku tau kalo cewek itu kebanyakan jorok!
Kamar mereka bau aneh antara amis, nasi basi, parfum expired atau sampah, sampai aku muntah tengah malam.....
(Mungkin mereka juga tak terurus) Seperti aku yang saat itu tak kunjung tambah tinggi dan gemuk karena kurang gizi...
Kamar mereka bau aneh antara amis, nasi basi, parfum expired atau sampah, sampai aku muntah tengah malam.....
(Mungkin mereka juga tak terurus) Seperti aku yang saat itu tak kunjung tambah tinggi dan gemuk karena kurang gizi...
(Pelajaran; Selama kamu masih dalam perlindungan Tuhan, kamu aman dari bahaya apapun)
Comments
Post a Comment
Apa pendapatmu tentang cerita diatas?