Skip to main content

Ramadhan Pertama

Karena sudah kelas 1 SD, kami seangkatan harus pindah ke asrama putra yang berjarak 500m,
Punya teman lebih banyak dan asrama yang lebih ramai ditambah pengasuh kamar yang baru, lemari baru, lengkap sudah awal yang cukup mengesankan,

Seingatku, Ramadhan saat TK aku tak puasa, biasalah anak kecil...
Kali ini berbeda, harus puasa. Namanya juga di asrama, kalaupun tak puasa tetap saja tak ada makanan ataupun warung yang buka, sialnya aku tak punya simpanan makanan.
Jadilah aku terpaksa minum air keran saat berwudhu untuk mengurangi rasa lapar dan haus, hahaha...
Menyedihkan ya......

Kegiatan diasrama putra lebih banyak, tidak seperti saat TK yang hampir sepanjang minggu "terkurung" dikamar,
Mulai bangun subuh dilanjut ngaji Al-Qur'an setelah itu sekolah dari jam 7 pagi sampai 12 atau 13 siang, lalu istirahat atau ngaji Kitab kuning lalu sore hari setelah ashar ngaji Al-Qur'an lagi.
Dan juga setiap jum'at boleh keluar dan makan diluar, ke pasar, nge-bolang atau main playstation sepanjang hari...
Nah, hari yang paling ditunggu adalah hari Jum'at.


Makanan?
Jangan dibayangkan, karena asramaku saat itu bukan Pesantren modern, praktislah segalanya terasa sederhana bahkan mendekati hambar,
Banyak santri dan teman-teman sekamarku yang menyisakan nasi karena tak ada/tak punya lauk, atau orangtuanya telat datang menjenguk.
Begitu mendengar ada sarapan nasi goreng, wah... semuanya rebutan! dan kacau......
Itulah kenapa kalau orangtua/walinya santri menjenguk, bisa bawa lauk-pauk yang terkadang sampai satu kardus! Karena biar anaknya tetep makan enak dan juga bagi-bagi sama temen sekamar.


Berbeda saat Ramadhan,
Untuk sahur ada lauk makanan yang bisa dipesan dari warung-warung penduduk sekitar, jadi lebih kaya rasa dan bergizi tentunya,
Kalau berbuka, kok aku tak ingat ya... atau mungkin sama seperti sahur atau beli lauk sendiri, entahlah...
Apalagi saat perpisahan sebelum libur lebaran idul fitri, wuih.... makanannya lebih mewah dan lebih banyak, termasuk minuman cola dan fanta, maklum cuma sehari!
Yaa begitulah keadaannya..


Liburan?
Hanya boleh pulang kampung saat kenaikan kelas tahun ajaran baru dan saat libur lebaran idul fitri dan saat acara khataman.
Khataman itu acara syukuran buat santri-santri yang baru selesai membaca Juz amma (juz 30) atau selesai membaca Al-Qur'an, atau selesai menghapal juz amma dan Al-Qur'an.
Kebosanan pastilah ada, bahkan beberapa santri termasuk aku pernah kabur! Tapi satu hal yang terus didoktrin adalah;

Hidup ini berakit-rakit kehulu, berenang kemudian. Sakit dahulu, barulah bisa menikmati kesenangan.

Comments

Popular posts from this blog

Rekreasi Liburan yang Batal!

Aduuuh senangnya hatiku, bisa lulus dari SD, kami semua bergembira sekaligus saat malamya jadi sedih, karena kami bakalan pisah...... Seperti posting sebelumnya diawal, maka pada lulusan ini kami sekamar, kamar N, mendapatkan baju kenang-kenangan dan pada sore hari hingga malam, kami mengadakan acara perpisahan, berdo'a dan makan dan puas-puasin minum-minuman berkarbonasi... Esoknya kami berencana jalan-jalan 3 hari, dari tempat kami di Magelang sampai ke Baturaden. Tapi itu semua cuma kabar burung, karena faktanya; perjalanan kami dibatalkan secara paksa oleh kolega/keluarganya Kyai asrama kami......  Yah, mungkin mereka iri atau bagaimanalah... Padahal udah rapi-rapi dan aku sendiri, saking memikirkan perpisahan sampai demam dan aku paksain ikut berangkat. Hmmmmft.