Khataman itu berasal dari kata khatam, yang artinya selesai atau telah menyelesaikan.
Di pesantren kami ada yang namanya acara khataman,
Jadi kalau sudah selesai mengaji juzama (juz 30) maka bisa ikut acara khataman dan dapet piagam.
Piagam ini ada tingkatannya;
Ada yang selesai ngaji baca juzama (juz 30)
Ada yang selesai hafalan surah-surah juzama,
Ada yang selesai ngaji baca Al-Qur'an,
Ada yang selesai hafal beberapa surah penting di Al-Qur'an
Dan yang paling berat itu yang sudah hafal 1 Al-Qur'an.
Ada yang selesai hafalan surah-surah juzama,
Ada yang selesai ngaji baca Al-Qur'an,
Ada yang selesai hafal beberapa surah penting di Al-Qur'an
Dan yang paling berat itu yang sudah hafal 1 Al-Qur'an.
Aku hanya sempat mengikuti 1 kali khataman, saat selesai ngaji juzamma.
Saat itu aku kelas 2 SD, lumayanlah bisa selesai 2 tahun. Teman-temanku sekamar yang lain ada juga yang baru selesai saat kelas 3. Itupun aku ikut acara khataman dengan mengalami beberapa kejadian yang menyebalkan...
Aku terpaksa pinjam sandal temanku (dia Rosanto) yang ternyata tapaknya sudah rata. Walhasil saat kunjungan ke-tempat ke-2 terjadilah petaka itu, banyak yang buru-buru masuk ke bis, karena sudah hujan gerimis. Sayangnya saat aku ikut berlari dan menuruni tangga, aku jatuh terpeleset dan tak ada yang coba menolong! bahkan sekedar bertanya; apa kamu baik-baik saja? atau pertanyaan sejenis....
Mungkin dari kejadian inilah, pikiran bawah sadarku menyimpan pelajaran, bahwa aku tak perlu peduli dengan keadaan orang dan kalau terpeleset/jatuh, segera bangun tak perlu berharap pertolongan orang dan segera bersihkan dan rapihkan diri dari kotoran yang menempel saat jatuh terpeleset.
Comments
Post a Comment
Apa pendapatmu tentang cerita diatas?